“Sederhana dalam As Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bid’ah” (Ibnu Mas'ud Radliyallahu 'Anhu- Syarh Ushul I'tiqad Ahlussunnah wal Jama'ah Al-Laalikai)
“Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapatnya orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.” (Imam Al-Auza'i rahimahullahu - Asy syari’ah : 63)
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta'ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)
Oleh : Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy
1. حديث : رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه.
Artinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari.
Berikut rekaman ta'lim Al-Ustadz Ali Ishmah tanggal 11 Muharram 1431 H / 28 Desember 2009 di Duri, Kec. Mandau, Riau yang membahas kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al-Barbahary rahimahullahu.
“(mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu, dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS. An Nisaa` : 165)
Sikap dan Kewajiban Umat Islam terhadap Tragedi Palestina
Kategori :Artikel Dilihat : kali
Wednesday, 17 Muharram 1430
Rabu, 14 Januari 2009 00:00
Oleh : Asy-Syaikh Muhammad bin 'Umar Bazmul hafidhahullah
Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza - Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat.